Nama: Putri Alifia
NPM: 15512752
Kelas: 3PA06
Menurut
Freud, kehidupan mental terbagi menjadi dua tingkat, alam tidak sadar dan alam
sadar. Alam tidak sadar terbagi menjadi dua tingkat, alam tidak sadar dan alam
bawah sadar. Alam tidak sadar (unconscious)
menjadi tempat bagi segala dorongan, desakan, maupun insting yang tak kita
sadari tetapi ternyata mendorong perkataan, perasaan, dan tindakan kita. Alam bawah sadar (preconscious) memuat semua elemen yang tidak disadari, tetapi
bias muncul dalam kesadaran dengan cepat atau agak sukar. Isi alam bawah sadar
ini datang dari dua sumber, yang pertama adalah persepsi sadar. Apa yang
dipersepsikan orang secara sadar dalam waktu singkat, akan segera masuk ke
dalam bawah sadar selagi focus perhatian beralih ke pemikiran lain.
Sumber
kedua dari gambaran-gambaran adalah alam tidak sadar. Freud yakin bahwa pikiran
bisa menyelinap dari sensor yang ketat dan masuk kea lam bawah sadar dalam
bentuk yang tersembunyi. Alam sadar (conscious) didefinisikan sebagai
elemen-elemen mental yang setiap saat berada dalam kesadaraan. Ada dua pintu
yang dapat dilalui oleh pikiran agar bias masuk ke alam sadar. Pintu pertama
adalah melalui system kesadaran perceptual yaitu terbuka pada dunia luar dan
berfungsi sebagai perantara bagi persepsi kita tentang stimulus dari luar.
Sumber kedua datang dari dalam struktur mental dan mencakup gagasan-gagasan
tidak mengancam yang dating dari alam bawah sadar maupun gambaran-gambaran yang
membuat cems, tetapi terselubung dengan rapi yang berasal dari alam tidak
sadar.
Bagi
Freud, bagian yang paling primitive dan pikiran adalah das Es atau “sesuatu”/”itu” (it), yang hamper selalu diterjemahkan
sebagai id, yaitu fungsinya adalah
untuk memperoleh kepuasan sehingga kita menyebutnya sebagai prinsip kesenangan ( pleasure principle).bagian kedua
adalah das Ich, atau’saya (I), yang diterjemahkan sebagai ego, adalah satu-satunya wilayah
pikiran yang memiliki kontak dengan realita. Ego dikendalikan oleh prinsip
kenyataan(reality principle),yang
berusaha menggantikan prinsip kesenangan milik id. Dan yang terakhir adalah das Uber-Ich atau “ saya yang lebih” (over-i) yang dalam bahasa inggris
disebut sebagai superego yang
dikendalikan oleh prinsip-prinsip
moralistis dan idealis yang berbeda dengan prinsip kesenangan dari id
dan prinsip realistis dari ego.
Menurut
Freud, manusia termotivasi untuk mencari kesenangan serta menurunkan ketegangan
dan kecemasan. Motivasi ini diperoleh dari r psikis dan fisik dari
dorongan-dorongan dasar yang mereka miliki. Berbagai macam dorongan bias
digolongkan berdasarkan dua kategori, yaitu seks atau eros dan agresi,
distraksi atau thanatos. Dorongan-dorongan ini bermuasal pada id, tetapi berada
dibawah kendali ego. Masing-masing dorongan memiliki bentuk energi psikis
masing-masing. Freud menggunakan istilah libido
untuk dorongan seks, sedangkan energy untuk dorongan agresi tidak diberi nama.
Freud
pertama kali mengembangkan tentang mekanisme pertahanan diri (defence mechanisms) pada tahun 1926.
Mekanisme-mekanisme pertahanan untama yang diidentifikasi oleh Freud mencakup
represi, pembentukan reaksi, pengalihan, fiksasi, proyeksi, regresi,
introyeksi, dan sublimasi. Freud juga
membagi tahap perkembangan psikoseksual menjadi lima yaitu fase Oral, fase
Anal, fase Falik, fase Phalik, dan fase Genital.
b. Unsur-unsur terapi
Freud
mengemukakan bahwa tujuan psikoanalisis adalah memperkuat ego, membuatnya lebih
independen dari superego, memperlebar medan persepsinya, memperluas
organisasinya sehingga ia dapat memiliki bagian-bagian yang segar dari id.
Psikoanalisis dapat membantu memancarkan terang kesadaran (yang diwakili oleh
ego sadar) pada pekerjaan-pekerjaan id. Namun, Freud tidak mengharapkan dan
juga tidak bertujuan bahwa klien harus berusaha menyadari semua bahan yang
direpresikan—semua impuls, hasrat,ketakutan, dan ingatan. Tujuannya adalah
hanya untuk menggantikan tingkah laku defensive dengan tingkah laku yang lebih
adaptif. Freud menggunakan terapi psikoanalisi untuk membantu
klien memperoleh pemahaman mengenai konflik-konflik tak sadar dan
memecahkannya. Apabila metode-metode yang digunakan oleh terapi psikoanalisitik
mulai mengembangkan dalam diri pasien suatu pemahan baru terhadap
kekuatan-kekuatan kepribadiannya, amak proses psikoanalitik sudah berada pada
jalan menciptakan penyeusian diri yang berhasil dari pasien terhadap
lingkungannya. Dengan bekerja melalui konflik-konflik ini ego akan dibebaskan
dari dorongan untuk mempertahankan tingkah laku defensive-seperti fobia,
tingkah laku obsesif-kompulsif, keluhan histerikal, dan sebagainya.
c. Teknik-Teknik Terapi
Metode utama yang digunakan Freud
untuk mencapai tujuan psikoanalisis adalah
1. Penggunaan asosiasi bebas secara sistematis dan analisis
mimpi yang memperlihatkan kepada kita bahwa ketidaksadaran menggunakan
simbol-simbol tertentu, khususnya untuk menggambarkan kompleks-kompleks
seksual.
2. Analisis resistensi, yang menjadi dasar teori psikoanalitik
dan berhubungan dengan kekuatan-kekuatan yang telah menimbulkan represi.
3. Analisis transferensi, yang merupakan peralihan pada
penyakit menuju kesehatan.
4. Interpretasi dengan tujuan memecahkan masalah-masalah
emosional yang utama pada masa kanak-kanak.
Dengan
metode-metode ini, hal-hal yang ditekan ke dalam ketidaksadaran dibawa pada
tingkat kesadaran, diselidiki dan ditafsirkan dalam hubungan dengan
simtom-simtomnya, konsep dirinya, dan hubungannya dengan orang lain.
Daftar
Pustaka:
Bertens, K. Psikoanalisis Sigmun Freud. Jakarta:
Gramedia
Feist, Jess. Feist,
Gregory. (2010). Teori Kepribadian (Tehories of Personality) Buku 1.
Jakarta: Salemba
Semiun, Yustinus. (2006). Teori
Kepribadian dan Terapi Psikoanalitik Freud. Yogyakarta: Kanisius
Tidak ada komentar:
Posting Komentar