Kamis, 23 April 2015

LOGOTERAPI ( FRANKL)

Nama : Putri Alifia
NPM  : 15512752
Kelas  : 3PA06

 Konsep dasar

      Viktor Frankl mengembangkan logoterapi yaitu corak psikologi yang diandasi oleh filsafat hidup dan wawasan mengenai manusia yang mengakui adanya dimensi kerohan, disamping dimensi ragawi dan dimensi kejiwaan (termasuk dimensi sosial). Logoterapi beranggapan bahwa makna hidup (the meaning of life) dan hasrat untuk hidup bermakna (the will to meaning).
Logoterapi memiliki wawasan mengenai manusia yang berlandaskan tiga pilar filosofis yang satu dengan lainnya erat berhubungan dan saling berkaitan, yaitu kebebasan berkehendak, kehendak hidup berwarna, dan makna hidup.

  1. Kebebasan berkehendak (freedom of will)
      Dalam pandangan logoterapi manusia adalah makhluk yang istimewa karena mempunyai kebebasan. Kebebasan disini bukanlah kebebasan yang mutlak, tetapi kebebasan yang bertanggung jawab. Kebebasan manusia bukanlah kebebasan dari (freedom from) kondisi-kondisi biologis, psikologis, dan sosiokutural tetapi lebih pada kebebasan untuk mengambil sikap (freedom to take a stand)atas kondisi-kondisi tersebut.
     
      Kelebihan manusia yang lain adalah kemampuannya untuk mengambil jarak terhadap kondisi di luar dirinya, bahkan manusia juga mempunyai kemampuan mengambil jarak terhadap dirinya sendiri (self detachment). Kemampuan-kemampuan inilah yang kemudian membuat manusia disebut sebagai “the self determing being” yang berarti manusia mempunyai kebebasan untuk menentukan sendiri apa yang dianggap penting dalam hidupnya. 
 
 2.   Kehendak hidup bermakna (the will to mening)
 
      Menurut Frankl, motivasi hidup manusia yang utama adalah mencari makna ini berbeda dengan psikoanalisa yang memandang manusia adalah pencari kesenangan, atau juga pandangan psikologi individual bahwa manusia adalah pencari kekuasaan. 
 
3.   Makna hidup (the meaning of life)
 
                  Makna hidup adalah sesuatu yang dianggap penting, benar dan didambakan serta memberikan nilai khusus bagi seseorang. Untuk tujuan praktis makna hidup dianggap identik dengan tujuan hidup. Adapun karakteristik makna hidup adalah:
     ·         Unik dan personal
     ·         Spesifik dan konkrit
     ·         Memberi pedoman dan arah.
     ·         Pendalaman dan pemahaman tri-nilai
     ·         Ibadah
Unsur-unsur terapi

        Logoterapi adalah suatu tipe terapi eksistensial yang bertujuan untuk membantu orang-orang akna adalah kehidupan mereka. Menurut Frank, pencarian makna dalam hidup merupakan akar atau sumber dari usaha manusia dan pencarian itu berada pada tingkat intelektual dan bukan pada tingkat instingtif. “makna” adalah milik individu, unik bagi sang pribadi dalam situasinya pada suatu momen tertentu dan berbeda dengan nilai-nilai yang dimiliki oleh banyak orang.

        Logoterapi juga berurusan dengan penyadaran manusia tterhadap tanggung jawabnya karena tanggung jawab merupakan dasar yang hakiki bagi keberadaan manusia.  Peran terapis dalam logoterapi adalah menjaga hubungan yang akbrab dan pemisahan ilmiah, mengendalikan filsafat pribadi, terapis bukan guru atau pengkhotbah, memberi makna lagi pada penderita, dan untuk memberi makna pada hidup dan menekankan makna kerja dan cinta.
      
Teknik Logoterapi
 
       Victor Frankl dikenal sebagai terapis yang memiliki pendekatan klinis yang detail. Diantara teknik-teknik tersebut adalah yang dikenal dengan intensi paradoksal, yang mampu menyelesaikan lingkaran neurotis yang disebabkan kecemasan anti sipatori dan hiper-intensi. Intensi paradoksal adalah keinginan terhadap sesuatu yang ditakuti.
Seorang pemuda yang selalu gugup ketika bergaul dengan banyak disuruh Frankl untuk menginginkan kegugupan itu. Contoh lain adalah masalah tidur. Menurut Frankl, kalau anda menderita insomnia, anda seharusnya tidak mencoba berbaring ditempat tidur, memejamkan mata, mengosongkan pikiran dan sebagainya. Anda justru harus berusaha terjaga selama mungkin. Setelah itu baru anda akan merasakan adanya kekuatan yang mendorong anda untuk melangkah ke kasur.
Teknik terapi Frankl yang kedua adalah de-refleksi. Frankl percaya bahwa sebagian besar persoalan kejiwaan berawal dari perhatian yang terlalu terfokus pada diri sendiri. Dengan mengalihkan perhatian dari diri sendiri dan mengarahkannya pada orang lain, persoalan-persoalan itu akan hilang dengan sendirinya. Misalnya, kalau mengalami masalah seksual, cobalah memuaskan pasangan anda tanpa memperdulikan kepuasan diri anda sendiri. Atau cobalah untuk tidak memuaskan siapa saja, tidak diri anda, tidak juga diri pasangan anda.
DAFTAR PUSTAKA : 
 
DS, Rendro. (2010). Beyond Borders: Communication Modernity & History. Jakarta: STIKOM The     London School of Public Relations.
Semiun, Yustinus. (2006). Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kanisius.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar