Rabu, 21 Oktober 2015

Tugas Softskill Psikologi Manajemen

Disusun Oleh :
Kelompok 3 (Mangga)

1.    Hilda Azkiya Mawardya                   ( 14513121 )
2.    Lily Melinda                                      ( 14513987 )
3.    Marchsya Rahayu Kartikasari           ( 15513261 )
4.    Nelda Triana Apriliasih                     ( 16513374 )
5.    Qory Yuliana                                     ( 17513064 )
6.    Putri Alifia                                         ( 15512752 )


KEKUASAAN

                                I.            PENDAHULUAN

Dewasa ini sudah tidak asing lagi dengan kata kekuasaan bagi orang awam kekuasaan bisa saja digunakan pada setiap orang. Tetapi pada dasarnya kekuasaan itu hanya dapat dipergunakan pada orang yang memiliki wewenang khusus. Kekuasaan sendiri bisa dipakai pada raja atau pejabat negara untuk mengatur rakyat dan negaranya. Sebagian orang terkadang memakai kekuasaannya dengan semena-mena untuk memerintah,menyuruh atau mempengaruhi orang lain yang mungkin statusnya lebih rendah dibandingkan yang lain. Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa, sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu.

Dalam pembicaraan umum, kekuasaan dapat berarti kekuasaan golongan, kekuasaan raja, kekuasaan pejabat negara. Sehingga tidak salah bila dikatakan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan tersebut. Robert Mac Iver mengatakan bahwa Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain baik secara langsung dengan jalan memberi perintah atau dengan tidak langsung dengan jalan menggunakan semua alat dan cara yg tersedia. Kekuasaan biasanya berbentuk hubungan, ada yg memerintah dan ada yg diperintah. Manusia berlaku sebagau subjek sekaligus objek dari kekuasaan. Contohnya Presiden, ia membuat UU (subyek dari kekuasaan) tetapi juga harus tunduk pada Undang-Undang (objek dari kekuasaan).

Seharusnya setiap warga negara dapat menggunakan kekuasaannya  dengan baik dan benar agar dapat dipertanggungjawabkannya. Tapi apakah setiap warga negara tahu akan arti kata ‘kekuasaan’ itu sendiri? Dan kapan warga negara memakai kekuasaannya di waktu dan tempat yang seharusnya. Di postingan kali ini kami akan membahas bagaimana pengertian kata ‘kekuasaan’ menurut para ahli. Terutama sumber kekuasaan menurut French dan Reven.
                          II.            Teori

A.       Definisi Kekuasaan

Menurut Robbins (2008) Kekuasaan (power) mengacu pada mengacu pada kemampuan yang dimiliki A untuk mempengaruhi prilaku B sehingga B bertindak sesuai keinginan A. definisi mengimplikasikan sebuah potensi yang tidak perlu diaktualisasikan agar efektif dan subuah hubungan ketergantungan.

Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah lakunya seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu (Budiardjo,1972).

Kekuasaan Menurut Max Weber adalah suatu kemungkinan yang membuat seorang aktor di dalam suatu hubungan sosial berada dalam suatu jabatan untuk melaksanakan keinginannya sendiri dan yang menghilangkan halangan.

Menurut Walterd Nord, Pengertian Kekuasaan ialah suatu kemampuan untuk mempengaruhi aliran energi dan dana yang tersedia untuk mencapai suatu tujuan yang berbeda secara jelas dari tujuan lainnya.

Rusel Mengatakan, Pengertian Kekuasaaan merupakan suatu produksi dari akibat yang diinginkan. Bierstedt memberikan pernyataan mengenai Pengertian Kekuasaan yaitu kemampuan untuk mempergunakan kekuatan.

Pengertian Kekuasaan Menurut Rogers adalah kemampuan seseorang untuk mengubah orang atau kelompok lain dalam cara yang spesifik, contohnya dalam kekuasaan dan pelaksanaan kerjanya.

Dari Pengertian Kekuasaan diatas dapat disimpulkan bahwa, Pengertian Kekuasaan ialah suatu sumber yang memungkinkan seseorang mendapatkan hak untuk mengajak, mempengaruhi dan meyakinkan orang lain.

Kekuasaan dapat diperoleh dari pengaruh pribadi, jabatan pribadi atau diperoleh keduanya. Seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain untuk melakukan kerja karena jabatan organisasi yang dijabatnya, maka orang tersebut akan mempunyai kekuasaan jabatan. Adapun juga orang yang memperoleh kekuasaan dari para pengikutnya dikatakan mempunyai kekuasaan pribadi. Ada juga orang yang mempunyai kedua-duanya, kekuasaan jabatan dan kekuasaan pribadi.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Kekuasaan Menurut Para Pakar, semoga tulisan saya Mengenai pengertian Kekuasaan Menurut Para Pakar dapat bermanfaat.
B.       Sumber-sumber Kekuasaan Menurut French dan Raven
 
Sumber kekuasaan menurut French & Raven ada 5 kategori yaitu;
1.      Kekuasaan Paksaan (Coercive Power)
Kekuasaan imbalan seringkali dilawankan dengan kekuasaan paksaan, yaitu kekuasaan untuk menghukum. Hukuman adalah segala konsekuensi tindakan yang dirasakan tidak menyenangkan bagi orang yang menerimanya. Pemberian hukuman kepada seseorang dimaksudkan juga untuk memodifikasi perilaku, menghukum perilaku yang tidak baik/merugikan organisasi dengan maksud agar berubah menjadi perilaku yang bermanfaat. Para manajer menggunakan kekuasaan jenis ini agar para pengikutnya patuh pada perintah karena takut pada konsekuensi tidak menyenangkan yang mungkin akan diterimanya. Jenis hukuman dapat berupa pembatalan pemberikan konsekwensi tindakan yang menyenangkan; misalnya pembatalan promosi, pembatalan bonus, maupun pelaksanaan hukuman seperti skors, PHK, potong gaji, teguran di muka umum, dan sebagainya. Meskipun hukuman mungkin mengakibatkan dampak sampingan yang tidak diharapkan, misalnya perasaan dendam, tetapi hukuman adalah bentuk kekuasaan paksaan yang masih digunakan untuk memperoleh kepatuhan atau memperbaiki prestasi yang tidak produktif dalam organisasi.
2.      Kekuasaan Imbalan (Insentif Power)
Kemampuan seseorang untuk memberikan imbalan kepada orang lain (pengikutnya) karena kepatuhan mereka. Kekuasaan imbalan digunakan untuk mendukung kekuasaan legitimasi. Jika seseorang memandang bahwa imbalan, baik imbalan ekstrinsik maupun imbalan intrinsik, yang ditawarkan seseorang atau organisasi yang mungkin sekali akan diterimanya, mereka akan tanggap terhadap perintah. Penggunaan kekuasaan imbalan ini amat erat sekali kaitannya dengan teknik memodifikasi perilaku dengan menggunakan imbalan sebagai faktor pengaruh.
3.      Kekuasaan Sah (Legitimate Power)
Kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain karena posisinya. Seorang yang tingkatannya lebih tinggi memiliki kekuasaan atas pihak yang berkedudukan lebih rendah. Dalam teori, orang yang mempunyai kedudukan sederajat dalam organisasi, misalnya sesama manajer, mempunyai kekuasaan legitimasi yang sederajat pula. Kesuksesan penggunaan kekuasaan legitimasi ini sangat dipengaruhi oleh bakat seseorang mengembangkan seni aplikasi kekuasaan tersebut. Kekuasaan legitimasi sangat serupa dengan wewenang. Selain seni pemegang kekuasaan, para bawahan memainkan peranan penting dalam pelaksanaan penggunaan legitimasi. Jika bawahan memandang penggunaan kekuasaan tersebut sah, artinya sesuai dengan hak-hak yang melekat, mereka akan patuh. Tetapi jika dipandang penggunaan kekuasaan tersebut tldak sah, mereka mungkin sekali akan membangkang. Batas-batas kekuasaan ini akan sangat tergantung pada budaya, kebiasaan dan sistem nilai yang berlaku dalam organisasi yang bersangkutan.
4.      Kekuasaan Pakar (Expert Power)
Seseorang mempunyai kekuasaan ahli jika ia memiliki keahlian khusus yang dinilai tinggi. Seseorang yang memiliki keahlian teknis, administratif, atau keahlian yang lain dinilai mempunyai kekuasaan, walaupun kedudukan mereka rendah. Semakin sulit mencari pengganti orang yang bersangkutan, semakin besar kekuasaan yang dimiliki. Kekuasaan ini adalah suatu karakteristik pribadi, sedangkan kekuasaan legitimasi, imbalan, dan paksaan sebagian besar ditentukan oleh organisasi, karena posisi yang didudukinya.
Contohnya: Pasien-pasien dirumah sakit menganggap dokter sebagai pemimpin atau panutan karena dokterlah uang dianggap paling ahli untuk menyembuhkan penyakit
5.      Kekuasaan Rujukan (Referent Power)
Banyak individu yang menyatukan diri dengan atau dipengaruhi oleh seseorang karena gaya kepribadian atau perilaku orang yang bersangkutan. Karisma orang yang bersangkutan adalah basis kekuasaan panutan. Seseorang yang berkarisma ; misalnya seorang manajer ahli, penyanyi, politikus, olahragawan; dikagumi karena karakteristiknya. Pemimpin karismatik bukan hanya percaya pada keyakinan-keyakinannya sendiri (faktor atribusi), melainkan juga merasa bahwa ia mempunyai tujuan-tujuan luhur abadi yang supernatural (lebih jauh dari alam nyata).
Para pengikutnya, di sisi lain, tidak hanya percaya dan menghargai sang pemimpin, tetapi juga mengidolakan dan memujanya sebagai manusia atau pahlawan yang berkekuatan gaib atau tokoh spiritual (faktor konsekuensi). Jadi, pemimpin kharismatik berfungsi sebagai katalisator dari psikodinamika yang terjadi dalam diri para pengikutnya seperti dalam proses proyeksi, represi, dan regresi yang pada gilirannya semakin dikuatkan dalam proses kebersamaan dalam kelompok. Dalam masa puncaknya, Bung Karno misalnya; diberi gelar paduka yang mulia, Panglima Besar ABRI, Presiden seumur hidup, petani agung, pramuka agung, dan berbagai gelar yang lainnya.
Kategori Kekuasaan Menurut French & Raven (1959)
·         Kekuasaan Imbalan adalah target taat agar ia mendapat ganjaran / imbalan yang diyakini dikuasai atau dikendalikan oleh agent.
·         Kekuasaan Paksaan adalah target taat agar ia terhindar dari hukuman yang diyakini dan diatur oleh agent.
·         Kekuasaan Sah adalah target taat karena ia yakin bahwa agent mempunyai hak untuk membuat ketentuan atau peraturan dan bahwa target mempunyai kewajiban untuk taat.
·         Kekuasaan Pakar adalah target taat karena ia yakin atau percaya bahwa agent mempunyai pengetahuan khusus tentang cara yang terbaik untuk melakukan sesuatu.
·         Kekuasaan Rujukan adalah target taat karena ia memuja agent atau mengidentifikasi dirinya dengan agent dan mengharapkan persetujuan agent.
 III.            PENUTUP
Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa, sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu. Dari beberapa pengertian menurut para pakar dapat disimpulkan bahwa pengertian kekuasaan ialah suatu sumber yang memungkinkan seseorang mendapatkan hak untuk mengajak, mempengaruhi dan meyakinkan orang lain. Kekuasaan dapat diperoleh dari pengaruh pribadi, jabatan pribadi atau diperoleh keduanya.
 
Sumber kekuasaan menurut French & Raven ada 5 kategori yaitu :
§  Kekuasaan Paksaan (Coercive Power),
§  Kekuasaan Imbalan (Insentif Power),
§  Kekuasaan Sah (Legitimate Power),
§  Kekuasaan Pakar (Expert Power),
§  dan Kekuasaan Rujukan (Referent Power).
DAFTAR PUSTAKA : 

Miftah Thoha, (2005). Perilaku Organisasi (Konsep Dasar dan Aplikasinya). Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.
Robbins. S. & Judge. T. (2008). Perilaku Organisasi. Jakarta : Salemba Empat
Budiardjo, M. (1972). Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Sarwono, Sarlito W. (2005). Psikologi Sosial (Psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan). Jakarta: Balai Pustaka

Jumat, 16 Oktober 2015

Sistem Informasi Psikologi

Nama : Putri Alifia
Kelas  : 4PA06
NPM   : 15512752


 

Pengertian sistem

Sistem menurut Indrajit (2001) mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Menurut Jogianto (2005), sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi. Sedangkan menurut Murdick (1991), suatu sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur/bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan tertentu.
Dari beberapa pengertian sistem diatas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen atau komponen-komponen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur/bagan-bagan pengolahan dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Menurut Marimin, Tanjung & Prabowo (2006), sifat-sifat dasar dari suatu sistem antara lain: 

A. Pencapaian tujuam, orientasi pencapaian tujuan akan memberikan sifat dinamis kepada sistem, memberi ciri perubahan yang terus menerus dalam usaha mencapai tujuan.
B. Kesatuan usaha, mencerminkan suatu sifat dasar dari sistem, dimana hasil keseluruhan melebihi dari jumlah bagian-bagiannya atau sering disebut konsep sinergi.
C. Keterbukaan terhadap lingkungan, lingkungan merupakan sumber kesempatan maupun hambatan pengembangan. Keterbukaan terhadap lingkungan membuat penilaian terhadap suatu sistem menjadi relatif atau dinamakan equifinality atau pencapaian tujuan suatu sistem tidak mutlak harus dilakukan dengan satu cara terbaik. Tetapi pencapaian tujuan suatu sistemdapat dilakukan melalui berbagai cara sesuai dengan tantangan lingkungan yang dihadapi.
D. Transformasi merupakan proses perubahan input menjadi output yang dilakukan oleh sistem.
E. Hubungan antarbagian, kaitan antara subsistem inilah yang akan memberikan analisis sistem, suatu dasar pemahaman yang lebih luas.
F. Sistem ada berbagai macam yaitu sistem terbuka, sistem tertutup, dan sistem dengan umpan balik
G. Mekanisme pengendalian, mekanisme ini menyangkut sistem umpan balik yang merupakan suatu bagian yang member informasi kepada sistem mengenai efek dari perilaku sistem terhadapa pencapaian tujuan atau pemecahan persoalan yang dihadapi.

  Pengertian Informasi

Kata informasi menurut Anton M. Moeliono (1990) adalah keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian analisis atau kesimpulan. Menurut Gordon B. Davis (1984) informasi adalah data yang telah diproses/diolah ke dalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya.  Sedangkan menurut Kenneth C. Laudon (2004), informasi adalah data yang sudah dibentuk kedalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.
Berdasarkan beberapa pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang telah diproses/diolah ke dalam sebuah formulir bentuk  yang dapat dijadikan dasar kajian analisis atau kesimpulan dan bermanfaat serta dapat digunakan untuk manusia.
Fungsi utama informasi yaitu menambah pengetahuan atau mengurangi ketidak pastian pemakai informasi, karena informasi berguna memberikan gambaran tentang suatu permasalahan sehingga pengambil keputusan dapat menentukan keputusan lebih cepat, informasi juga memberikan standar, aturan maupun indikator begi pengambil keputusan.


 Pengertian Psikologi

Psikologi menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya. Selanjutnya menurut Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya. sedangkan menurut Chaplin (dalam Dictionary of Psychology, 1972), psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan. Menurut Poerbakawatja dan Harahap (dalam Ensiklopedia Pendidikan, 1981), psikologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejala-gejala atau kegiatan-kegiatan jiwa.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan serta mengadakan penyelidikan atas gejala-gejala atau kegiatan-kegiatan jiwa.


Pengertian Sistem Informasi Psikologi

    Dari pengertian sistem, informasi dan psikologi dari beberapa ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi Psikologi adalah kumpulan dari elemen-elemen yang membentuk prosedur-prosedur pengolahan dan berinteraksi untuk memperoleh data yang telah diproses/diolah ke dalam sebuah formulir bentuk  yang dapat dijadikan dasar kajian analisis atau kesimpulan mengenai  ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan serta mengadakan penyelidikan atas gejala-gejala jiwa untuk mencapai tujuan tertentu.
       Psikolog mempelajari sistem informasi dengan tujuan mendapat pemahaman bagaimana manusia pembuat keputusan merasa dan menggunakan informasi formal.


Daftar Pustaka :


Dakir. (1993). Dasar-dasar psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Gaol, C. J. L. (2008). Sistem informasi managemen. Jakarta: Grasindo
Hutahaean, J. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarya: Deepublish

Minggu, 11 Oktober 2015

Tugas Softskill Psikologi Management

Nama Kelompok Mangga :
1.    Hilda Azkiya Mawardya                   ( 14513121 )
2.    Lily Melinda                                      ( 14513987 )
3.    Marchsya Rahayu Kartikasari            ( 15513261 )
4.    Nelda Triana Apriliasih                      ( 16513374 )
5.    Qory Yuliana                                     (17513064 )
6.    Putri Alifia                                         (15512752 )
MEMPENGARUHI PERILAKU
1.      PENDAHULUAN
Dewasa ini setiap orang sudah memiliki perilakunya masing-masing. Sudah mengerti apa yang harus dilakukan atau mana yang baik dan tidak baik untuk dilakukan. Setiap orang pasti tahu caranya sendiri untuk membentuk perilakunya. Perilaku itu muncul dari sejak kecil, bahkan ketika semua orang lahir. Tapi bedanya perilaku ketika masih kecil itu belum terkontrol, tapi orang dewasa sebagian umum sudah bisa mengontrol perilakunya. Perilaku beda dengan sikap. Kalau Sikap merupakan suatu kecenderungan untuk secara konsisten memberikan tanggapan menyenangkanatau tidak menyenangkan terhadap suatu objek, kecenderungan ini merupakan hasil belajar, bukan pembawaan/ke-turunan (Ajzen dan Fishben, 1970)
Tidak hanya perilaku saja yang kami akan bahas tetapi juga kata ‘mempengaruhi’ sesuai temanya. Sebenarnya apa yang dimaksud mempengaruhi? Mengajak, membujuk,  mengikutsertakan agar dapat setuju atau sejalan? Bisa dikatakan seperti itu. Contohnya sekelompok orang mempengaruhi teman yang lainnya. Jadi mempengaruhi perilaku itu yang bagaimana? Sabar dulu ya guys…
Yang akan kami posting ini akan membahas satu-satu aspek-aspek didalamnya. Mulai dari definisi pengaruh, Kunci-kunci perubahan perilaku, Bagaimana mempengaruhi orang lain, Wewenang .
2.      TEORI
2.1.Definisi Pengaruh
§  Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari seseorang atu benda yang ikut membentuk watak, kepercayaan dan perbuatan seseorang (KBBI)
§  WJS.Poerwardaminta berpendapat bahwa pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu, baik orang maupun benda dan sebagainya yang berkuasa atau yang berkekuatan dan berpengaruh terhadap orang lain (Poerwardaminta:731).
§  Pengaruh adalah komoditi berharga dalam politik dunia (Jon Miler)
§  Pengaruh adalah wajah kekuasaan yang diperoleh oleh orang saat tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan (Albert R. Roberts & Gilert)
§  Pengaruh diumpamakan sebagai berikut : A mempunyai pengaruh atas  B sejauh ia dapat menyebabkan B berbuat sesuatu yang sebenarnya tidak akan B lakukan (Robert Dahl)
§  Pengaruh sebagai konsep pokok dan kekeuasaan sebagai bentuk khas dari pengaruh (Laswell&Kaplan)
§  Pengaruh adalah wajah kekuasaan yang diperoleh oleh orang ketika mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan
2.2.Kunci-Kunci Perubahan Perilaku
Perubahan perilaku adalah penerapan yang terencana dan sistematis dari prinsip belajar yang telah ditetapkan untuk mengubah perilaku mal adaptif (Fisher & Gochros, 1975)
Karakteristik perubahan perilaku
§  Fokus kepada perilaku (prosedur perubahan perilaku dirancang untuk merubah perilaku bukan merubah karakter atau sifat seseorang) Perilaku yang dirubah disebut target perilaku meliputi perilaku yang berlebihan atau perilaku yang tidak/kurang dimiliki oleh orang
§  Prosedurnya didasarkan kepada prinsip-prinsip behavioral. Perubahan perilaku adalah penerapan prinsip-prinsip dasar yang awalnya berasal dari penelitian eksperimental dengan binatang dilaboratorium (Skiner, 1938).
§  Penekanannya kepada peristiwa-peristiwa didalam lingkungan. Perubahan perilaku meliputi asesmen dan perubahan peristiwa-peristiwa lingkungan yang mempunyai hubungan fungsional dengan perilaku
§  Treatment dilakukan oleh orang didalam kehidupan sehari-hari (Kazdin, 1994). Perubahan perilaku akan lebih efektif  apabila dikembangkan oleh orang-orang yang berada dilingkungan individu yang perilakunya menjadi target perubahan seperti guru, orangtua atau orang lain yang dilatih tentang perubahan perilaku
§  Pengukuran perubahan perilaku. Melakukan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi dilakukan untuk melihat perubahan perilaku. Asesmen terus dilakukan setelah intervensi untuk melihat apakah perubahan perilaku yang sudah terjadi dapat terjaga.
§  Mengabaikan peristiwa-peristiwa masa lalu sebagai penyebab perilaku. Penekanan perubahan perilaku kepada peristiwa-peristiwa lingkungan saat ini yang menjadi penyebab perilaku sebagai dasar pemilihan intervensi perubahan perilaku yang tepat.
§  Menolak hipotetis yang mendasari penyebab perilaku. Skiner (1974) menjelaskan bahwa dugaan terhadap penyebab yang mendasari perilaku tidak pernah dapat diukur atau dimanipulasi untuk menunjukkan hubungan fungsional perilaku.
2.3.Bagaimana Mempengaruhi Orang Lain
Hasil penelitian Yukl dkk, menunjukkan ada sembilan jenis taktik yang biasa digunakan di dalam organisasi (Hugheset all, 2009), yaitu:
1. Persuasi Rasional (Rational Persuasion), terjadi jika seseorang mempengaruhi
orang lain dengan menggunakan alasan yang logis dan bukti-bukti nyata agar orang lain tertarik.
2. Daya-tarik Inspirasional (Inspirational Appeals), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan suatu permintaan atau proposal untuk membangkitkan antusiasme atau gairah pada orang lain. Misalnya dengan memberikan penjelasan yang menarik tentang nilai-nilai yang diinginkan, kebutuhan,
harapan, dan aspirasinya.
3. Konsultasi (Consultation), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan mengajak dan melibatkan orang yang dijadikan target untuk berpartisipasi dalam pembuatan suatu rencana atau perubahan yang akan dilaksanakan.
4. Mengucapkan kata-kata manis (Ingratiation), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan kata-kata yang membahagiakan, memberikan pujian, atau sikap bersahabat dalam memohon sesuatu.
5. Daya-tarik Pribadi (Personal Appeals), terjadi jika seseorang mempengaruhi
orang lain atau memintanya untuk melakukan sesuatu karena merupakan teman atau karena dianggap loyal.
6. Pertukaran (Exchange), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan
memberikan sesuatu keuntungan tertentu kepada orang yang dijadikan target, sebagai imbalan atas kemauannya mengikuti suatu permintaan tertentu.
7. Koalisi (Coalitions), terjadi jika seseorang meminta bantuan dan dukungan dari
orang lain untuk membujuk atau sebagai alasan agar orang yang dijadikan target
setuju.
8. Tekanan (Pressure), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan
menggunakan ancaman, peringatan, atau permintaan yang berulang-ulang dalam meminta sesuatu.
9. Mengesahkan (Legitimacy), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan jabatannya, kekuasaannya, atau dengan mengatakan bahwa
suatu permintaan adalah sesuai dengan kebijakan atau aturan organisasi. Dalam kenyataan, biasanya orang menggunakan beberapa taktik secara sekaligus. Misalnya seseorang menggunakan Ingratiation dikombinasikan dengan Rational Persuasion dan Exchange atau Personal Appeals.
2.4.Wewenang
Setiap orang mempunyai wewenang dalam hidupnya dan merupakan suatu hak jika kita memakai wewenang tersebut tetapi wewenang yang kita bisa pakai dengan artian wewenang yang baik. Biasanya orang yang memiliki wewenang sudah pasti mempunyai kekuasaan dalam kelompok atau suatu kota dan negara. Tapia pa arti wewenang itu sendiri?
      Wewenang merupakan dasar hukum agar mengambil tindakan yang diperlukan untuk melasanakan tugas dengan baik dan benar.
§  Pengertian wewenang adalah hak atau otoritas untuk bertindak melakukan suatu kegiatan tertentu untuk pencapaian kearah tujuan.
3.      PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Mempengaruhi perilaku adalah bagaimana seseorang mengajak  atau mempengaruhi seseorang ataupun sekelompok orang dalam hal tertentu. Misalkan politik, bisnis, sosial, psikologi dan lain-lain. Tidak hanya itu wewenang juga mendapat pengaruh dari kata perilaku, karena setiap perilaku ada hak  dan wewenangnya.
Daftar Pustaka          :
Cholisin, M. Si dkk. 2006. Dasar-dasar IlmuPolitik. Yogyakarta : FISE UNY
Roberts, A , Greene, G. 2009. Pekerja sosial social workers’ desk reference. Gunung Mulia : Jakarta
Merry, Meria.e-Jurnal. Taktik dan cara mempengaruhi orang lain dalam organisasi.2011. diunduh pada 11 oktober 09:00
Budiardjo, Miriam.2008. Dasar-dasar ilmu politik. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta
Putong, Iskandar.,Soekarso.2015.Kepemimpinan.