Jumat, 07 November 2014

Tulisan Pertemuan II

Nama : Putri Alifia
Kelas : 3PA06
NPM  : 15512752



      Merdeka.com - Usaha odong-odong di Kabupaten Mamuju, ibukota Provinsi Sulawesi Barat, dalam beberapa pekan terakhir semakin berkembang seiring animo masyarakat juga kian meningkat. Menurut salah seorang karyawan usaha odong-odong Alfala, Sadli, animo masyarakat Mamuju sangat tinggi baik kalangan anak-anak, remaja dan bahkan orang tua anak pun ikut menikmati layanan jasa kendaraan Odong-odong.

"Sudah sebulan terakhir ini kami membuka usaha odong-odong dengan beragam model yang disiapkan untuk pengunjung. Awalnya hanya tiga jenis model Odong-odong. Namun, hanya dalam beberapa pekan saja maka jumlahnya pun ikut bertambah menjadi delapan unit," kata Sadli di Mamuju seperti dilansir Antara, Sabtu (23/2).

Bahkan, kata dia, pada momen akhir pekan maka masyarakat harus rela antre berjam-jam untuk mendapatkan giliran. "Masyarakat hanya mengeluarkan biaya Rp 25.000 dengan rute memutar sepanjang satu kilometer," katanya.

Sadli mengatakan, usaha ini tidak boleh dipandang sebelah mata karena keuntungan yang didapatkan dalam sehari mencapai Rp 500.000 per unit.

"Lumayan hasil pendapatan dari usaha odong odong ini tidak kalah dengan kerja kantoran bahkan usaha Odong-odong bisa berlipat," jelas Sadli.

Dia mengatakan, sekali jalan maka layanan odong-odong mampu menaikkan 4 orang anak dan bahkan bisa lebih dari itu. Usaha odong-odong, lanjut dia, awalnya dikembangkan di Kabupaten Majene dan kini telah merambah ke Mamuju.

"Prospek peluang usaha odong-odong di Mamuju cukup cerah. Kita berharap, usaha ini semakin berkembang dalam menopang ekonomi keluarganya," ungkapnya.

TANGGAPAN :

Menurut saya apa yg dilakukan oleh pengusaha satu ini sangat lah bagus ,motivasi dia dalam bekerja sangat tinggi dan itu terlihat dari banyak nya odong-odong yg dia punya. Awalnya saat membuka usaha dia hanya memiliki 3 dan hanya dalam waktu beberapa hari bisa bertambah menjadi 8. Omset perhari pun juga lumayan banyak dan sangat cukup untuk dia menghidupi keluarga. Meskipun usaha odong-odong hanya terlihat seperti usaha yg biasa saja namun jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh maka hasil yg kita dapat pun akan terlihat jelas.











Tugas Pertemuan II


Nama : Putri Alifia
Npm   : 15512752
Kelas : 3PA06



Pengorganisasian Struktur Manajemen



     A. Definisi pengorganisasian
Pengorganisasian adalah mengumpulkan dan mengoordinasikan manusia, keuangan, hal-hal fisik, yang bersifat informasi, dan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi.


     B. Pengorganisasian sebagai fungsi manajemen
Dalam dunia bisnis saat ini, para eksekutif besar tidak hanya beradaptasi pada kondisi yang berubah, tetapi juga menerapkan-secara fanatik, dengan bersemangan secara konsisten, dan dengan disiplin – prinsip prinsip manajemen dasar. Dasar-dasar ini termasuk keempat fungsi tradisional dari manajeme: perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian. Keempatnya tetap relevan dan masih memberikan dasar-dasar yang diperlukan pada tahap awal pendirian dan juga pada tahap memantapkan perusahaan. Fungsi pengorganisasian adalah menciptakan sebuah organisasi yang dinamis.



Actuating Dalam Manajemen



        A. Definisi Actuating
Actuating adalah proses menggerakkan atau memotivasi anggota agar bersemangat dan tergerak untuk bekerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi.


       B. Pentingnya Actuating
Dalam melaksanakan fungsi actuating, seorang manajer harus mampu menetapkan dan memuaskan kebutuhan para staf, memberi penghargaan, memimpin, mengembangkan, serta meemberi kompensasi kepada mereka. Oleh karena itu, actuating sangat diperlukan oleh karyawan untuk memotivasi mereka agar dapat lebih bersemangat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.


       C. Prinsip Actuating
1. Prinsip mengarah kepada tujuan
2. Keharmonisan dengan tujuan
3. Prinsip kesatuan komando



Mengendalikan Fungsi Manajemen



       A. Definisi controlling
Controlling adalah kegiatan pengawasan dengan cara melakukan penilaian dan mengendalikan jalannya kegiatan organisasi.


      B. Langkah-langkah dalam control
Secara umum, proses pengawasan (controlling) meliputi langkah-langkah berikut:
1. Penetapan standar dan metode penilaian kinerja;
2. Penilaian kinerja;
3. Penilaian apakah kinerja memenuhi standar atau tidak;
4. Pengambilan tindakan koreksi.


      C. Control sebagai fungsi manajemen
Manajemen proses merupakan fungsi-fungsi manajemen secara akumulatif, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Pengawasan (controlling)merupakan proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut.



Motivasi



      A. Definisi motivasi
Motivasi adalah hal yang mendorong seseorang melakukan sesuatu dan mengeluarkan seluruh usaha dan energinya untuk itu.


     B. Definisi motivasi kerja
Motivasi kerja adalah dorongan kehendak yang memengaruhi perilaku tenaga kerja untuk dapat meningkatkan produktivitas kerja karena adanya keyakinan bahwa peningkatan produktivitas mempunyai manfaat bagi dirinya.


     C. Teori-teori motivasi
1. Teori Hierarki kebutuhan dari Abraham Maslow. Maslow mengatakan bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan dasar, seperti kebutuhan fisiologis, rasa aman, social, penghargaan, dan kebutuhan untuk aktualisasi diri.
2. Teori X dan Teori Y dari Douglas McGregor. McGregor mengemukakan dua pandangan nyata mengenai manusia: pandangan pertama pada dasarnya negative, disebut teori X dan yang kedua pada dasarnya positif, disebut teori Y.
3. Teori dua factor dari Frederick Herzberg. Teori ini juga disebut teori hygiene (motivation-hygiene theory). Dengan keyakinan bahwa hubungan seorang individu dengan pekerjaan adalah mendasar dan bahwa sekap seseorang terhadap pekerjaan bias dengan sangat baik menentukan keberhasilan atau kegagalan.



Kepuasan Kerja



      A. Definisi kepuasan kerja
Handoko (1987) dan Asa’ad (1987) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai penilaian atau cerminan dari perasaan pekerja terhadap pekerjaannya. Hal ini tampak dalam sikap positif pekerja terhadap pekerjaannya dan segala sesuatu yang dihadapi dlingkungan kerjanya.


     B. Aspek-aspek kepuasan kerja
Menurut Robbins (1996) ada lima aspek kepuasan kerja, yaitu:
1. Kerja yang secara mental menantang
2. Ganjarang yang pantas
3. Kondisi kerja yang mendukung
4. Rekan kerja yang mendukung
5. Kesesuaian kepribadian dengan pekerjaan


     C. Faktor-faktor penentu kepuasan kerja
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, dapat digunakan Job Description Index (JDI) yang menurut Luthans (1995) ada lima, yaitu:
· Pembayaran, seperti gaji dan upah.
· Pekerjaan itu sendiri.
· Promosi pekerjaan.
· Kepenyeliaan (supervisi).
· Rekan sekerja.