Jumat, 07 November 2014

Tulisan Pertemuan II

Nama : Putri Alifia
Kelas : 3PA06
NPM  : 15512752



      Merdeka.com - Usaha odong-odong di Kabupaten Mamuju, ibukota Provinsi Sulawesi Barat, dalam beberapa pekan terakhir semakin berkembang seiring animo masyarakat juga kian meningkat. Menurut salah seorang karyawan usaha odong-odong Alfala, Sadli, animo masyarakat Mamuju sangat tinggi baik kalangan anak-anak, remaja dan bahkan orang tua anak pun ikut menikmati layanan jasa kendaraan Odong-odong.

"Sudah sebulan terakhir ini kami membuka usaha odong-odong dengan beragam model yang disiapkan untuk pengunjung. Awalnya hanya tiga jenis model Odong-odong. Namun, hanya dalam beberapa pekan saja maka jumlahnya pun ikut bertambah menjadi delapan unit," kata Sadli di Mamuju seperti dilansir Antara, Sabtu (23/2).

Bahkan, kata dia, pada momen akhir pekan maka masyarakat harus rela antre berjam-jam untuk mendapatkan giliran. "Masyarakat hanya mengeluarkan biaya Rp 25.000 dengan rute memutar sepanjang satu kilometer," katanya.

Sadli mengatakan, usaha ini tidak boleh dipandang sebelah mata karena keuntungan yang didapatkan dalam sehari mencapai Rp 500.000 per unit.

"Lumayan hasil pendapatan dari usaha odong odong ini tidak kalah dengan kerja kantoran bahkan usaha Odong-odong bisa berlipat," jelas Sadli.

Dia mengatakan, sekali jalan maka layanan odong-odong mampu menaikkan 4 orang anak dan bahkan bisa lebih dari itu. Usaha odong-odong, lanjut dia, awalnya dikembangkan di Kabupaten Majene dan kini telah merambah ke Mamuju.

"Prospek peluang usaha odong-odong di Mamuju cukup cerah. Kita berharap, usaha ini semakin berkembang dalam menopang ekonomi keluarganya," ungkapnya.

TANGGAPAN :

Menurut saya apa yg dilakukan oleh pengusaha satu ini sangat lah bagus ,motivasi dia dalam bekerja sangat tinggi dan itu terlihat dari banyak nya odong-odong yg dia punya. Awalnya saat membuka usaha dia hanya memiliki 3 dan hanya dalam waktu beberapa hari bisa bertambah menjadi 8. Omset perhari pun juga lumayan banyak dan sangat cukup untuk dia menghidupi keluarga. Meskipun usaha odong-odong hanya terlihat seperti usaha yg biasa saja namun jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh maka hasil yg kita dapat pun akan terlihat jelas.











Tugas Pertemuan II


Nama : Putri Alifia
Npm   : 15512752
Kelas : 3PA06



Pengorganisasian Struktur Manajemen



     A. Definisi pengorganisasian
Pengorganisasian adalah mengumpulkan dan mengoordinasikan manusia, keuangan, hal-hal fisik, yang bersifat informasi, dan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi.


     B. Pengorganisasian sebagai fungsi manajemen
Dalam dunia bisnis saat ini, para eksekutif besar tidak hanya beradaptasi pada kondisi yang berubah, tetapi juga menerapkan-secara fanatik, dengan bersemangan secara konsisten, dan dengan disiplin – prinsip prinsip manajemen dasar. Dasar-dasar ini termasuk keempat fungsi tradisional dari manajeme: perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian. Keempatnya tetap relevan dan masih memberikan dasar-dasar yang diperlukan pada tahap awal pendirian dan juga pada tahap memantapkan perusahaan. Fungsi pengorganisasian adalah menciptakan sebuah organisasi yang dinamis.



Actuating Dalam Manajemen



        A. Definisi Actuating
Actuating adalah proses menggerakkan atau memotivasi anggota agar bersemangat dan tergerak untuk bekerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi.


       B. Pentingnya Actuating
Dalam melaksanakan fungsi actuating, seorang manajer harus mampu menetapkan dan memuaskan kebutuhan para staf, memberi penghargaan, memimpin, mengembangkan, serta meemberi kompensasi kepada mereka. Oleh karena itu, actuating sangat diperlukan oleh karyawan untuk memotivasi mereka agar dapat lebih bersemangat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.


       C. Prinsip Actuating
1. Prinsip mengarah kepada tujuan
2. Keharmonisan dengan tujuan
3. Prinsip kesatuan komando



Mengendalikan Fungsi Manajemen



       A. Definisi controlling
Controlling adalah kegiatan pengawasan dengan cara melakukan penilaian dan mengendalikan jalannya kegiatan organisasi.


      B. Langkah-langkah dalam control
Secara umum, proses pengawasan (controlling) meliputi langkah-langkah berikut:
1. Penetapan standar dan metode penilaian kinerja;
2. Penilaian kinerja;
3. Penilaian apakah kinerja memenuhi standar atau tidak;
4. Pengambilan tindakan koreksi.


      C. Control sebagai fungsi manajemen
Manajemen proses merupakan fungsi-fungsi manajemen secara akumulatif, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Pengawasan (controlling)merupakan proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut.



Motivasi



      A. Definisi motivasi
Motivasi adalah hal yang mendorong seseorang melakukan sesuatu dan mengeluarkan seluruh usaha dan energinya untuk itu.


     B. Definisi motivasi kerja
Motivasi kerja adalah dorongan kehendak yang memengaruhi perilaku tenaga kerja untuk dapat meningkatkan produktivitas kerja karena adanya keyakinan bahwa peningkatan produktivitas mempunyai manfaat bagi dirinya.


     C. Teori-teori motivasi
1. Teori Hierarki kebutuhan dari Abraham Maslow. Maslow mengatakan bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan dasar, seperti kebutuhan fisiologis, rasa aman, social, penghargaan, dan kebutuhan untuk aktualisasi diri.
2. Teori X dan Teori Y dari Douglas McGregor. McGregor mengemukakan dua pandangan nyata mengenai manusia: pandangan pertama pada dasarnya negative, disebut teori X dan yang kedua pada dasarnya positif, disebut teori Y.
3. Teori dua factor dari Frederick Herzberg. Teori ini juga disebut teori hygiene (motivation-hygiene theory). Dengan keyakinan bahwa hubungan seorang individu dengan pekerjaan adalah mendasar dan bahwa sekap seseorang terhadap pekerjaan bias dengan sangat baik menentukan keberhasilan atau kegagalan.



Kepuasan Kerja



      A. Definisi kepuasan kerja
Handoko (1987) dan Asa’ad (1987) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai penilaian atau cerminan dari perasaan pekerja terhadap pekerjaannya. Hal ini tampak dalam sikap positif pekerja terhadap pekerjaannya dan segala sesuatu yang dihadapi dlingkungan kerjanya.


     B. Aspek-aspek kepuasan kerja
Menurut Robbins (1996) ada lima aspek kepuasan kerja, yaitu:
1. Kerja yang secara mental menantang
2. Ganjarang yang pantas
3. Kondisi kerja yang mendukung
4. Rekan kerja yang mendukung
5. Kesesuaian kepribadian dengan pekerjaan


     C. Faktor-faktor penentu kepuasan kerja
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, dapat digunakan Job Description Index (JDI) yang menurut Luthans (1995) ada lima, yaitu:
· Pembayaran, seperti gaji dan upah.
· Pekerjaan itu sendiri.
· Promosi pekerjaan.
· Kepenyeliaan (supervisi).
· Rekan sekerja.

Senin, 13 Oktober 2014

TULISAN PERTEMUAN 1




Nama : Putri Alifia
NPM  : 15512752
Kelas  : 3PA06
 



Kenaikan Harga Tol Cikampek

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kebijakan pemerintah untuk menaikkan tarif tol di tengah kondisi ekonomi nasional yang sulit, sama saja dengan sengaja membuat masyarakat semakin terpuruk.

Menurut pengurus harian YLKI Tulus Abadi, rencana menaikkan tarif tol tidak tepat dilakukan sebab bisa menaikkan tingkat inflasi. "Kondisi ekonomi nasional lagi awut-awutan, ditambah harga pangan yang naik, belum lagi kalau BBM bersubsidi jadi dibatasi dan harga BBM naik. Ini akan menurunkan daya beli masyarakat," kata Tulus saat dihubungi, Kamis (10/3).

Dia menambahkan, secara normatif memang kenaikan tarif tol bisa terjadi karena diatur dalam UU Nomor 38 tahun 2004 Tentang Jalan. Namun menurutnya, UU tersebut hanya menguntungkan operator jalan dibanding pengguna dan pengelola transportasi.

Yang paling penting, lanjutnya, sebelum tarif tol mengalami kenaikkan, pemerintah harus mengaudit Standar Pelayanan Minimum (SPM) jalan tol. "Tidak adil kalau hanya mengandalkan laju inflasi. Parameternya harus SPM yang diaudit independen. Kalau SPM belum terpenuhi berarti kenaikan tarif tol tidak layak," ujarnya.

Berdasarkan pengamatan dia, SPM jalan tol belum terpenuhi. Itu terlihat dari jumlah antrian kendaraan yang masih terjadi di loket tol, kecepatan kendaraan yang masih dibawah ketentuan kecepatan minimum 60 km/jam, dan infratruktur jalan tol yang masih ada beberapa kerusakan.


Tanggapan :

"Secara kasat mata itu menurut saya kenaikan tarif tol tidak layak. Pemerintah jangan menaikkan tarif semena-mena tanpa ukuran yang jelas,"

Kalaupun tarif tol memang harus naik, besaran kenaikan tarif tol tidak boleh melebihi tingkat inflasi. Jika inflasi berada di kisaran 7 persen, maka kenaikan tarif tol maksimal hanya 7 persen. Dan itu juga  memberatkan pengguna tol karna menurut saya kenaikan tersebut tidak dibarengi oleh fasilitas yang diberikan oleh pemerintah. masih banyak jalan yang berlubang.

TUGAS PERTEMUAN 1


Nama : Putri Alifia
NPM   : 15512752
Kelas  : 3PA06

1.     Apa arti dari manajemen? 

“Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya”
George R. Terry (1997)  menyatakan “manajemen adalah suatu proses yg berbeda terdiri dari planning, organizing, actuating, dan controlling yang dilakukan untuk mencapai tujuan yg di tentukan dengan menggunakan manusia dan sumber daya lain” 


2.     Sebutkan jenis manajemen 

a.Manajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.
b.  Manajemen Pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada    intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.
c.  Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi.
d. Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan.
e.  Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat.
f.  Manajemen Strategi. Secara sederhana manajemen dapat di artikan sebagai Perencanaan, Pengorganisasian, Pergerakan, Pengawasan dalam rangka pengambilan keputusan.
g.  Manajemen operasi adalah area bisnis yang berfokus pada proses produksi barang dan jasa, serta memastikan operasi bisnis berlangsung secara efektif dan efesien. Seorang manajer operasi bertanggung jawab mengelola proses pengubahan input (dalam bentuk material, tenaga kerja, dan energi) menjadi output (dalam bentuk barang dan jasa).


3. Apa itu psikologi manajemen?

Psikologi manajemen adalah suatu studi tentang tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses manajemen dalam rangka melaksanakan funsi-fungsi manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.


4. Tujuan psikologi Manajemen? 

            Untuk mendapatkan pemecahan bagi masalah-masalah yang penting berkenaan dengan penggunaan tenaga manusia di dalam proses manajemen.
   Agar dunia manajemen mampu menggunakan prosedur-prosedur yang lebih relevan / tepat untuk memecahkan masalah-masalah human (kemanusiaan)

11.       1. Apa itu kepemimpinan?
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepadapengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.

            2.
Teori Kepemimpinan?
Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain : Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa. Sebab-sebab munculnya pemimpin Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain :
a.Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin. Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.
b.Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan.
Untuk mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan, lingkungan dan kemampuan.


1. Teori-teori dalam Kepemimpinan
a) Teori Sifat
Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya.
Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah: – pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan; – sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif; – kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.
Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.

b) Teori Perilaku
Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
– Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.
– Berorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan. Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja.
c) Teori Situasional
Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang.

111.     1. Pengertian Perencanaan?
Untuk mengetahui dan memahami hakekat perencanaan, maka kita perlu mengetahui pengertian atau definisinya, di antaranya :
a.    George R. Terry: Perencanaan adalah pemulihan fakta-fakta dan usaha menghubung-hubungkan antara fakta yang satu dengan yang lain, kemudian membuat perkiraan dan peramalan tentang keadaan dan perumusan tindakan untuk masa yang akan datang yang sekiranya diperlukan untuk menghendaki hasil yang dikehendaki.
b.    Harold Koontz dan O’Donnell: Perencanaan adalah tugas seorang manajer untuk menentukan pilihan dari berbagai alternatif, kebijaksanaan, prosedur dan program.
c.    W. H. Newman: Perencanaan adalah suatu penngambilan keputusan pendahuluan mengenai apa yang harus dikerjakan dan merupakan langkah-langkah sebelum kegiatan dilaksanakan.
d.    Dr. SP. Siagian MPA.: Perencanaan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang dari hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
Dari penjelasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa perencanaan merupakan kegiatan menetapkan, merumuskan tujuan dan mengatur pendaya-gunaan manusia, material, metode dan waktu secara efektif dalam rangkan pencapaian tujuan.

            2.
manfaat perencanaan?
1.      Standar pelaksanaan dan pengawasan
2.      Pemilihan berbagai alternative terbaik
3.      Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan
4.      Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi
5.      Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan
6.      Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait, dan,
7.      Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti.



3.     Jenis perencanaan dalam organisasi?

1.      Misi atau Maksud (Mission atau Purpose)
menggambarkan peranan atau maksud keberadaan suatu organisasi pada masyarakat tertentu.
2.      Tujuan
merupakan titik akhir dimana aktivitas organisasi diarahkan. Strategi merupakan rencana umum/pokok untuk mencapai tujuan organisasi.
3.      Kebijakan
merupakan pernyataan atau pemahaman umum yang membantu mengarahkan pengambilan keputusan (khususnya cara berpikirnya).
4.      Prosedur
merupakan serangkaian aktivitas atau tindakan, yang lebih mengarahkan tindakan (bukan cara berpikir).
5.      Aturan
merupakan rencana yang dipilih dari beberapa alternatif, untuk dilakukan atau tidak dilakukan.
6.      Program
merupakan jaringan kompleks yang terdiri dari tujuan, kebijakan, prosedur, aturan, penugasan, langkah yang harus dilakukan, alokasi sumber daya, dan elemen lainnya, berdasarkan alternatif tindakan yang dipilih.
7.      Anggaran
 Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan untuk jangka waktu ( periode) tertentu di masa yang akan datang. Oleh karena rencana yang disusun dinyatakan dalam bentuk unit moneter, maka anggaran seringkali disebut juga dengan rencana keuangan. Dalam anggaran, satuan kegiatan dan satuan uang menempati posisi penting dalam arti segala kegiatan akan dikuantifikasikan dalam satuan uang, sehingga dapat diukur pencapaian efisiensi dan efektivitas dari kegiatan yang dilakukan.

        Penganggaran merupakan komitmen resmi manajemen yang terkait dengan harapan manajemen tentang pendapatan, biaya dan beragam transaksi keuangan dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang.

Manfaat Anggaran 
        Dengan  penyusunan anggaran usaha-usaha perusahaan akan lebih banyak berhasil apabila ditunjang oleh kebijaksanaan-kebijaksanaan yang terarah dan dibantu oleh perencanaan-perencanaan yang matang. Perusahaan yang berkecenderungan memandang ke depan, akan selalu memikirkan apa yang mungkin dilakukannya pada masa yang akan dating. Sehingga dalam pelaksanaannya, perusahaan-perusahaan ini tinggal berpegangan pada semua rencana yang telah disusun sebelumnya. Di mana, bagaimana, mengapa, kapan, adalah pertanyaan-pertanyaan yang selalu mereka kembangkan dalam kegiatan sehari-hari. Apabila pada suatu kesempatan hal ini ditanyakan kepada seorang General Manager yang sukses, maka sering didapatkan jawaban bahwa ide-ide untuk kegiatan pada waktu mendatang pada umumnya didasarkan pada jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diatas. Dalam perusahaan-perusahaan manufatktur ( pabrik) kegiatan akan dilakukan dengan lebih efisien  dan tingkat keuntungan akan lebih besar apabila management memperhatikan rencana untuk aktivitas-aktivitasnya di masa depan. Karena itu Heckerts dan Wilson mengatakan bahwa manfaat utama daripada business budgeting adalah dapat ditentukannya kegiatan-kegiatan yang paling profitable yang akan dilakukan.

        Sedangkan manfaat lain adalah membantu manajer dalam mengelola perusahaan. Manajer harus mengambil keputusan-keputusan yang paling menguntungkan perusahaan, seperti memilih barang-barang atau jasa yang akan diproduksi dan dijual, memilih/menseleksi langganan, menentukan tingkat harga, metode-metode produksi, metode-metode distribusi, termin penjualan.