NPM : 15512752
Kelas : 3PA06
KONSEP DASAR
Carl
Rogers adalah psikolog humanistik kebangsaan Amerika yang berfokus pada
hubungan tarapeutik dan mengembangkan metode baru terapi berpusat pada
klien. Rogers adalah salah satu individu yang pertama kali menggunakan
istilah klien bukan pasien. Terapi berpusat pada klien berfkous pada
peran klien, bukan ahli terapi, sebagai proses kunci penyembuhan. Rogers
yakin bahwa setiap orang menjalani hidup di dunia secara berbeda dan
mengetahui pengalaman terbaiknya. Menurut Rogers, klien benar – benar
“berupaya untuk sembuh” dan dalam hubungan ahli terapi – klien yang
suportif dan saling menghargai, klien dapat menyembuhkan dirinya
sendiri. Klien berada di posisi terbaik untuk mengetahui pengalamannya
sendiri dan memahami pengalamannya tersebut. Untuk memperoleh harga
dirinya dan mencapai aktualisasi diri tersebut.
Konsep Carl Rogers tentang kepribadian
Berbagai
istilah dan konsep yang muncul dalam penyajian teori Rogers mengenai
kepribadian dan perilaku yang sering memiliki arti yang unik dan khas
dalam orientasi sebagai berikut :
1.Pengalaman
Pengalaman
mengacu pada dunia pribadi individu. Setiap saat, sebagian dari hal ini
terkait akan kesadaran. Misalnya, kita merasakan tekanan pena terhadap
jari – jari kita seperti yang kita tulis. Beberapa mungkin sulit untuk
membawa ke dalam kesadaran, seperti ide, “Aku orang yang agresif”.
Sementara kesadaran masyarakat yang sebenarnya dari total lapangan
pengalaman mereka mungkin terbatas, setiap individu adalah satu –
satunya yang bisa tahu itu seluruhnya.
2.Realitas
Untuk
tujuan psikologis, realitas pada dasarnya adalah dunia pribadi dari
persepsi individu, meskipun untuk tujuan sosial realitas terdiri dari
orang – orang yang memiliki persepsi tingkat tinggi kesamaan antara
berbagai individu. Dua orang akan setuju pada kenyataan bahwa orang
tertentu adalah politisi. Satu melihat dirinya sebagai seorang wanita
baik yang ingin membantu orang dan berdasarkan kenyataan orang menilai
untuk dirinya. Kenyataannya orang lain adalah bahwa politisi menyisihkan
uang untuk rakyat dalam memiliki tujuan untuk memenangi hati dari
rakyat. Oleh karena itu orang ini memberi suara padanya (wanita). Dalam
terapi, di sebut sebagai merubah perasaan dan merubah persepsi.
3.Organisme Bereaksi sebagai Terorganisir yang utuh
Seseorang
mungkin lapar, tetapi karena harus menyelesaikan laporan. Maka, orang
tersebut akan melewatkan makan siang. Dalam psikoterapi, klien sering
menjadi lebih jelas tentang apa yang lebih penting bagi mereka. Sehingga
perubahan perilaku di arahkan dalam tujuan untuk di klasifikasikan.
Seorang politisi dapat memutuskan untuk tidak mrncalonkan diri untuk
mendapatkan jabatan karena ia memutuskan bahwa kehidupan keluarganya
lebih penting dari pada mencalonkan diri sebagai pejabat.
4.Organisme mengaktualisasi kecenderungan (The Organism Actualizing Tendency)
Ini
adalah prinsip utama dalam tulisan – tulisan dari Kurt Goldstein,
Hobart Mowrer, Harry Stack Sullivan, Karen Horney, dan Andras Angyai.
Untuk nama hanya beberapa. Perjuangan untuk mengajarkan anak dalam
belajar jalan adalah sebuah contoh. Ini adalah keyakinan Rogers dan
keyakinan sebagaian besar teori kepribadian yang lain. Di beri pilihan
bebas dan tidak adanya kekuatan eksternal. Individu lebih memilih untuk
menjadi sehat daripada sakit, untuk menjadi independen dari pada
bergantung. Dan secara umum untuk mendorong pengembangan optimal dari
organisme total.
5.Frame Internal Referensi
Ini
adalah bidang persepsi individu. Ini adalah cara dunia muncul dan
sebuah makna yang melekat pada pengalaman dan melibatkan perasaaan. Dari
titik orang memiliki pusat pandangan. Kerangka acuan internal
memberikan pemahamana sepenuhnya tentang mengapa orang berperilaku
seperti yang mereka lakukan. Hal ini harus di bedakan dari penilaian
eksternal perilaku, sikap, dan kepribadian.
6.Konsep Diri
Istilah
– istilah mengacu pada gesalt, terorganisir konsisten, konseptual
terdiri dari persepsi karakteristik “I” atau “saya” dan persepsi tentang
hubungan dari “I” atau “Aku” kepada orang lain dan berbagai aspek
kehidupan, bersama dengan nilai – nilai yang melekat pada persepsi ini.
Menurut Gesalt kesadaran merupakan cairan dan proses perubahan.
7.Symbolization
Ini
adalah proses di mana individu menjadi sadar. Ada kecenderungan untuk
menolak simbolisasi untuk pengalaman berbeda dengan konsep dirinya.
Misalnya, orang – orang menganggap dirinya benar akan cenderung menolak
simbolisasi tindakan berbohong. Pengalaman ambigu cenderung di
lambangkan dengan cara yang konsisten dengan konsep diri. Seorang
pembicara kurang percaya diri dapat di lambangkan khalayak diam sebagai
terkesan, orang yang percaya diri dapat melambangkan sebuah kelompok
yang penuh perhatian dan tertarik.
8. Penyesuaian Psikologis & Ketidakmampuan Menyesuaikan diri
Hal
ini mengacu pada konsistensi, atau kurangnya konsistensi, antara
pengalaman individu sensorik dan konsep diri. Sebuah konsep diri yang
mencakup unsur – unsur kelemahan dan ketidaksempurnaan memfasilitasi
simbolisasi dari pengalaman kegagalan. Kebutuhan untuk menolak atau
mendistorsi pengalaman seperti tidak ada dan karena itu menumbuhkan
kondisi penyesuaian psikologis.
9.Organismic Valuing Process
Ini
adalah proses yang berkelanjutan di mana individu bebas bergantung pada
bukti indra mereka sendiri untuk membuat penilaian. Hal ini yang
berbeda dengan sistem fixed menilai intrijected di tandai dengan
“kewajiban” dan “keharusan” dan juga dengan apa yang seharusnya benar /
salah. Proses menilai organismic konsisten dengan hipotesis.
10.The Fully Functioning Person
Rogers
mendefinisikan mereka yang bergantung pada Organismic valuing process
seperti Fully functioning person. Dapat mengalami semua perasaan mereka,
ketakutan, memungkinkan kesadaran bergerak bebas di dalam pikiran
mereka dan melalui pengalaman mereka.
Unsur – Unsur Terapi (Person – Centered)
1.Peran Terapis
Menurut
Rogers, peran terapis bersifat holistik, berakar pada cara mereka
berada dan sikap – sikap mereka, tidak pada teknik – teknik yang di
rancang agar klien melakukan sesuatu. Penelitian menunjukkan bahwa sikap
– sikap terapislah yang memfasilitasi perubahan pada klien dan bukan
pengetahuan, teori, atau teknik – teknik yang mereka miliki. Terapis
menggunakan dirinya sendiri sebagai instrument perubahan. Fungsi mereka
menciptakan iklim terapeutik yang membantu klien untuk tumbuh. Rogers,
juga menulis tentang I-Thou. Terapis menyadari bahasa verbal dan
nonverbal klien dan merefleksikannya kembali. Terapis dan klien tidak
tahu kemana sesi akan terarah dan sasaran apa yang akan di capai.
Terapis percaya bahwa klien akan mengembangkan agenda mengenai apa yang
ingin di capainya. Terapis hanya fasilitator dan kesabaran adalah
esensial.
2.Tujuan Terapis
Rogers
berpendapat bahwa terapis tidak boleh memaksakan tujuan – tujuan atau
nilai – nilai yang di milikinya pada pasien. Fokus dari terapi adalah
pasien. Terapi adalah nondirektif, yakni pasien dan bukan terapis
memimpin atau mengarahkan jalannya terapi. Terapis memantulkan perasaan –
perasaan yang di ungkapkan oleh pasien untuk membantunya berhubungan
dengan perasaan – perasaanya yang lebih dalam dan bagian – bagian dari
dirinya yang tidak di akui karena tidak diterima oleh masyarakat.
Terapis memantulkan kembali atau menguraikan dengan kata – kata pa yang
di ungkapkan pasien tanpa memberi penilaian.
Teknik–Teknik Terapi
Untuk
terapis person – centered, kualitas hubungan terapis jauh lebih penting
daripada teknik. Rogers, percaya bahwa ada tiga kondisi yang perlu dan
sudah cukup terapi, yaitu :
1.Empathy
2.Positive Regard (acceptance)
3.Congruence
Empati
adalah kemampuan terapis untuk merasakan bersama dengan klien dan
menyampaikan pemahaman ini kembali kepada mereka. Empati adalah usaha
untuk berpikir bersama dan bukan berpikir tentang atau mereka. Rogers
mengatakan bahwa penelitian yang ada makin menunjukkan bahwa empati
dalam suatu hubungan mungkin adalah faktor yang paling berpengaruh dan
sudah pasti merupakan salah satu faktor yang membawa perubahan dan
pembelajaran.
Positive
Regard yang di kenal juga sebagai akseptansi adalah geunine caring yang
mendalam untuk klien sebagai pribadi – sangat menghargai klien karena
keberadaannya.
Congruence / Kongruensi adalah kondisi transparan dalam hubungan tarapeutik dengan tidak memakai topeng atau pulasan – pulasan.
Menurut Rogers perubahan kepribadian yang positif dan signifikan hanya bisa terjadi di dalam suatu hubungan.
Daftar Pustaka :
Corsini, R. (2000). CURRENT PSYCHOTHERAPIES. Itasca , Illinois: F.E. PeacockPublishers.
Murad, J. (2006). Dasar - Dasar Konseling. Jakarta: Universitas Indonesia.
Semiun, Y. (2010). Kesehatan Mental 3. Yogyakarta: Kanisius.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar