Rabu, 30 April 2014

HUBUNGAN TEORI ROGERS DENGAN SALAH SATU KASUS YANG ADA DI INDONESIA


Nama : Putri Alifia
NPM : 15512752
Kelas : 2PA06


CALEG STRESS DAN ANALISIS KESEHATAN MENTAL MEREKA MENURUT ROGERS

Stres memang tidak dapat dihindari dalam profesi apapun, termasuk bagi para calon legislatif (caleg). Namun para caleg menghadapi risiko stres yang lebih tinggi. Jika stres sangat tinggi dan daya tahannya rendah, bukan tidak mungkin mereka mengalami gangguan kejiwaan.
Dokter spesialis kejiwaan Andri mengatakan, risiko stres dan aktivitas nyaleg memiliki hubungan yang erat. Kompetisi merebut kursi legislatif memang sangat sengit. Jika mereka tidak terpilih, mereka bukan cuma menanggung malu tapi juga kehilangan harta yang tidak sedikit.
"Setidaknya ada dua hal yang paling berpengaruh pada risiko stres yang dialami para caleg," ujar dokter Andri saat dihubungi Kompas Health pada Selasa (8/4/2014).
Pertama, hutang biaya kampanye yang harus dibayarkan jika seorang caleg tidak terpilih. Biaya kampanye tentu tidak kecil. Tidak sedikit pula caleg yang berhutang atau sampai menggandaikan rumah dan hartanya untuk mendanai kampanyenya.
"Dulu caleg identik dengan orang yang mampu karena kita tahu biaya kampanye tidak kecil. Namun kini banyak juga orang yang nekad berhutang demi menjadi caleg. Masalahnya, ketika mereka tidak terpilih dan tidak bisa membayarkan hutangnya, itu bisa menjadi stresor (pemicu stres) yang sangat berpengaruh," tutur Andri.
Kedua, hal yang paling mungkin membuat stres yaitu ketidakmampuan memenuhi janji pada orang-orang yang berpengaruh di dalam pencalonannya. Menurut Andri, untuk mendapatkan suara di daerah pemilihannya, para caleg sudah mengumbar janji. Sehingga ketika janji tersebut tidak bisa dipenuhi mereka menjadi tertekan.  Jika tidak dikelola dengan baik akibatnya adalah stres, bahkan gangguan kejiwaan.
Menurut Andri, risiko stres lebih tinggi pada caleg yang belum memiliki pengalaman sebelumnya. Alasannya, mereka mungkin belum mengetahui cara yang paling efektif untuk mengendalikan stres.
"Berbeda dengan caleg yang sudah ada pengalaman sebelumnya, kebanyakan mereka mungkin telah mengalami stres di pemilihan sebelumnya sehingga lebih siap menghadapi pemilihan kali ini," kata dokter yang berpraktik di RS Omni Alam Sutera, Tangerang Selatan,ini.
Andri menilai, caleg baru perlu mendapat perhatian lebih. Apalagi jika mereka secara biologis dan psikologis lebih rentan mengalami stress.


KESIMPULAN YANG SAYA DAPAT DARI TEORI CARL ROGERS


Pada kasus diatas saya dapat menyimpulkan berdasarkan analisis kesehatan mental yang dikemukakan oleh carl rogers yaitu tentang dua konsep diri Konsep diri (self concept) menurut Rogers adalah bagian sadar dari ruang fenomenal yang disadari dan disimbolisasikan. Jadi, self concept adalah kesadaran batin yang tetap, mengenai pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku.
Kita dapat membayangkan dari pernyataan rogers diatas bahwa ada yang menjembatani antara keinginan dan kenyataan tentang bagaimana seseorang harus menyikapi  kenyataan dengan logis dan harus lebih sadar atas potensi yang dimiliki sekarang, apakah cukup atau belum untuk meraih keinginan yang akan direalisasikan.
Konsep diri terbagi menjadi 2 yaitu Reality dan Ideal Self yaitu Harapan dan kenyataan yang ada didalam diri seseorang. Para caleg itu memiliki ideal self yang tinggi namun pada kenyataannya potensi dan kemampuannya tidak mencukupi untuk menarik hati rakyat untuk memilihnya sebagai anggota legislatif , disini dapat disimpulkan bahwa reality self yang mereka miliki berbanding jauh atas apa yang diharapkan mereka.

Manusia yang memiliki mental sehat dapat menyeimbangkan 2 konsep diri tersebut, mereka akan lebih sadar atas apa yang mampu mereka lakukan dan seberapa besar potensinya, mereka akan memasang harapan yang memungkinkan untuk dicapai dan tidak terlalu menaruh harapan yang berlebihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar